Blog post

Tips untuk Membuat Customer Loyal pada Produk! (1)

06/06/2023Dwi

Halo Klobbers!

Siapa nih Klobbers yang sedang menjalankan usaha? Saat membangun usaha, pastinya ada berbagai tahapan yang kamu jalani, mulai dari memikirkan produk yang akan dijual hingga strategi marketing-nya. Sementara itu, salah satu tantangan terbesar dalam memasarkan suatu produk ialah memikirkan bagaimana cara agar produk tersebut dapat dikenal masyarakat, khususnya pada target market yang diharapkan.

Lalu, bagaimana setelahnya? Mendapatkan pelanggan (customer) baru memang akan terasa menantang, namun ada tahap selanjutnya yang juga tidak kalah pentingnya.

Bukan hanya memikirkan bagaimana cara untuk berhasil mendapatkan customer baru, namun kamu juga perlu memikirkan bagaimana strategi agar customer yang ada dapat bertahan dan membeli produk kamu lagi. Nah, hal ini dinamakan dengan strategi untuk mempertahankan pelanggan (customer retention). Kemudian, apa itu customer retention? Apa saja tipsnya? Yuk, simak ulasan berikut!

Apa itu Customer Retention?

Customer retention dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan agar pelanggan dapat membeli produk atau jasa yang kamu miliki lebih dari sekali dalam suatu periode tertentu. Atau dengan kata lain, pelanggan tersebut loyal pada produk kamu dan melakukan pembelian berulang. Nah, hal ini tentunya sangat dipengaruhi oleh kepuasan mereka terhadap produk atau layanan yang kamu berikan.

Apabila seorang customer merasa puas dan loyal terhadap suatu produk, mereka bisa beberapa kali membeli produk tersebut dalam setahun. Jika dibandingkan dengan beberapa customer yang hanya melakukan pembelian sekali saja dan tidak melakukan pembelian kembali setelahnya, maka seorang customer yang loyal akan lebih berpengaruh terhadap keberlangsungan suatu bisnis.

Mengapa Customer Retention Menjadi Penting?

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika kamu sedang menjalankan bisnis dan berfokus juga pada customer retention, antara lain yaitu:

  • Nilai pesanan yang lebih tinggi. Apabila memiliki tingkat customer retention yang tinggi, maka dapat dikatakan bahwa pelanggan mempercayai produk tersebut serta perusahaan yang memproduksinya. Nah, hal ini dapat memengaruhi mereka untuk melakukan transaksi dengan nilai yang lebih besar pada produk atau jasa dari perusahaan tersebut. Dari sebuah studi yang dilakukan, customer yang loyal dapat melakukan transaksi 67% lebih banyak dari waktu ke waktu dibandingkan dengan customer yang baru pertama kali melakukan transaksi.
  • Meningkatkan keuntungan. Pelanggan lama yang merasa puas dan loyal akan lebih mungkin untuk mencoba produk lainnya dari perusahaan yang mereka percaya atau bahkan produk dari sister company (anak perusahaan). Misalnya, suatu perusahaan menjual produk pakaian dan sangat diminati oleh masyarakat. Kemudian, mereka membuat anak perusahaan lain dengan produk yang berbeda (misal: parfum). Nah, jika berhasil mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, maka mungkin saja produk parfum tersebut akan lebih dapat diterima oleh pelanggan setia mereka. Artinya, pelanggan loyal dari perusahaan (yang memproduksi pakaian) tersebut mungkin saja lebih mau mencoba parfum yang dikeluarkan oleh anak perusahaan. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kepuasan dan kepercayaan customer terhadap produk atau perusahaan, maka dapat semakin meningkatkan profit dari berbagai lini produk.
  • Meningkatkan kemungkinan datangnya pelanggan baru. Jangan lupa bahwa salah satu strategi marketing yang paling efektif hingga saat ini ialah word of mouth, Klobbers. Nah, pelanggan yang merasa puas dan loyal bisa juga menjadi brand ambassador dari produk tersebut (secara gratis tentunya). Jika mereka menyukai produk kamu, mereka akan menceritakan kepada orang lain bagaimana keuntungan atau kepuasan dari penggunaan produk tersebut dan menyarankan orang lain untuk mencobanya juga.

Tips untuk Menerapkan Strategi Customer Retention

Tertarik untuk memikirkan bagaimana strategi customer retention? Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Mempertahankan Kualitas

Langkah pertama yang harus dilakukan tentu saja memperhatikan dan mempertahankan kualitas, baik dari segi produk maupun layanan yang diberikan. Jangan sampai pelanggan merasa puas pada pembelian pertama, namun merasa kecewa pada pembelian berikutnya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memperhatikan standar produk dan layanan yang diberikan kepada pelanggan ya, Klobbers.

2. Membangun Customer Loyalty dari Values Tertentu

Apakah ada value tertentu yang kamu bagikan dengan customer? Misalnya, kamu memberikan perhatian pada kegiatan amal. Nah, value ini juga bisa kamu bagikan dengan customer kamu, baik dengan menyampaikannya secara langsung (apabila customer melakukan pembelian secara offline), maupun secara tidak langsung dengan memanfaatkan berbagai media sosial yang ada.

Kamu juga bisa membuat program yang terkait dengan value ini. Misalnya dengan mendonasikan beberapa persen dari pembelian yang dilakukan customer untuk disumbangkan kepada kelompok atau badan amal tertentu yang dapat dipercaya. Jika customer dapat memahami dan merasa relate dengan value tersebut, maka bisa membantu mereka untuk lebih merasa terhubung dengan produk atau perusahaan kamu.

3. Mudah untuk Dipahami

Selain dari manfaat atau kualitas produk, pastikan juga bahwa produk yang dibuat dapat dipahami dengan mudah oleh para customer, baik dari segi desain dan juga penjelasan cara penggunaannya. Semakin berbelit-belit penjelasan yang diberikan, bisa membuat pelanggan merasa malas atau menjauh. Sebaliknya, semakin mudah penjelasan yang diberikan, akan lebih cepat bagi mereka untuk tahu bahwa produk tersebut dapat menjawab kebutuhan mereka sehingga meningkatkan kemungkinan untuk melakukan pembelian.

Nah Klobbers, demikian informasi seputar customer retention, mulai dari memahami pentingnya hingga tiga tips untuk menerapkannya. Selain dari tips di atas, masih ada beberapa tips lainnya yang bisa kamu simak dalam artikel part 2. Sampai jumpa dalam artikel berikutnya, Klobbers. Stay safe and healthy!

Referensi:

Sumber

Sumber

Berikan Komentar

Your email address will not be published.