Blog post

Mengapa Circle Pertemanan Semakin Kecil saat Dewasa?

03/05/2023Dwi

Halo Klobbers!

Sebagai makhluk sosial, topik mengenai relasi dengan orang lain tidak ada habisnya, termasuk dalam hubungan pertemanan. Teman menjadi salah satu bagian dari perjalanan kehidupan individu, dari masa kanak-kanak hingga tua. Kemudian, pernahkah kamu mengamati bagaimana circle atau cakupan pertemanan kamu dari tahun ke tahun?

Saat kamu bersekolah dahulu, mungkin menjadi saat di mana kamu memiliki teman yang banyak. Kemudian, memasuki masa perkuliahan, circle pertemanan kamu mungkin akan berubah, bisa menjadi lebih besar atau bahkan lebih kecil. Begitu juga saat kamu memasuki dunia kerja. Kamu mungkin akan lebih sering menghabiskan waktu dengan rekan kerja dan memiliki lebih sedikit waktu dengan teman-teman lainnya.

Pengalaman setiap orang bisa sangat berbeda, dipengaruhi juga oleh aktivitas atau kegiatan yang dilakukan. Mungkin sebagian orang akan merasa bahwa semakin dewasa, pertemanan yang dimiliki menjadi semakin luas karena kegiatan yang dilakukan membuka kesempatan untuk menjalin relasi dengan banyak orang baru serta kamu mampu memelihara hubungan tersebut dengan baik. Namun, pengalaman ini bisa berbeda bagi orang lain.

Pertemanan yang dulu sangat luas bisa terasa semakin kecil saat semakin bertambah usia. Mungkin dahulu bisa memiliki 10 teman dekat, namun semakin dewasa jumlahnya akan semakin berkurang. Bisa berkurang setengahnya, menyisakan 1-2 orang teman dekat, atau bahkan semuanya menghilang. Menghilang atau tidak dekat seperti dahulu bukan berarti hubungannya tidak baik. Namun, mungkin ada beberapa hal yang terjadi sehingga memengaruhi kedekatan antara kamu dan teman-teman kamu. Kemudian, apa saja faktor-faktor yang mungkin terjadi sehingga circle pertemanan kamu semakin kecil saat dewasa?

1. Kamu atau Teman Kamu Sudah Memiliki Pasangan

Salah satu hal yang mungkin dialami oleh sebagian orang saat memasuki usia 20 –an ialah pertemanan menjadi semakin kecil karena kamu atau teman kamu sudah memutuskan untuk memulai hidup baru. Jika sebelumnya kamu dan teman-teman terdekat bisa menikmati momen hangout bareng di manapun dan kapan pun, akan berbeda saat salah satu di antara kalian sudah memiliki pasangan atau bahkan memutuskan untuk menikah.

Ketika individu memiliki pasangan, secara alam alami mereka akan lebih memberikan perhatian kepada pasangannya dibandingkan dengan teman-temannya. Terlebih lagi jika sudah memutuskan untuk memulai hidup baru, ada peran dan tanggung jawab baru yang dimiliki individu. Oleh karena itu, wajar saja jika waktu yang dimiliki bersama dengan teman-teman akan semakin berkurang.

2. Faktor Pekerjaan

Apakah Klobbers memiliki keinginan untuk bekerja di luar negeri? Atau mungkin ingin bekerja di suatu daerah tertentu?

Mungkin karena memiliki cita-cita untuk mewujudkan karier impian di suatu daerah tertentu atau mungkin karena tuntutan pekerjaan, namun pekerjaan menjadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi bagaimana kamu memelihara hubungan pertemanan. Salah satu tantangannya ialah karena jarak fisik yang tercipta saat kamu berada jauh dari teman-teman kamu. Jika sebelumnya kalian bisa menikmati waktu bersama sesering mungkin, maka akan berbeda jika kamu atau mungkin teman kamu yang pindah lokasi tempat tinggal karena pekerjaan.

Kemudian, jam kerja dan aktivitas pekerjaan yang berbeda juga bisa menjadi salah satu faktor kamu menghabiskan waktu lebih sedikit dengan teman-teman. Semakin lama, mungkin akan semakin terasa bahwa kamu dan teman-teman akan sulit untuk mencocokkan jadwal agar bisa bertemu atau sekadar bertukar kabar secara virtual. Pada akhirnya, baik kamu atau teman kamu akan disibukkan oleh kegiatan dan prioritasnya masing-masing.

3. Kamu Mengakhiri Pertemanan yang Toxic

Ada berbagai hal yang bisa membuat kamu menjalin hubungan pertemanan dengan seseorang. Misalnya dari kesamaan minat, sifat-sifat yang dimiliki, dan lain sebagainya. Kemudian, seiring dengan berjalannya waktu, kamu akan menyadari bagaimana sebenarnya kualitas hubungan pertemanan yang kamu miliki. Apakah teman-teman kamu hanya hadir di saat kamu bahagia atau ada sifat dari teman kamu yang sepertinya membawa dampak negatif pada diri kamu? Apakah mereka bisa dipercaya atau dapat mengapresiasi pencapaian yang kamu raih?

Memang, tidak ada hubungan yang dapat berjalan mulus tanpa adanya konflik. Jika kamu memiliki perbedaan pendapat, maka akan menjadi hal yang wajar. Hal yang penting ialah bagaimana kalian menyikapinya.

Jika salah satu pihak merasa bahwa hubungan pertemanan tersebut lebih sering diwarnai konflik tetapi tidak disikapi dengan cara yang sehat, maka mungkin saja pihak tersebut akan merasa lelah dalam memelihara hubungan pertemanan. Begitu juga dengan dampak yang diberikan, apakah pertemanan tersebut membawa lebih banyak dampak positif atau negatif pada diri kamu. Jika terasa melelahkan atau menyakitkan, mungkin saja kamu akan sampai pada keputusan untuk mengakhiri pertemanan yang tidak sehat tersebut.

Nah Klobbers, demikian informasi seputar beberapa alasan yang mungkin menjadi faktor terjadinya perubahan dalam lingkup pertemanan kamu. Mungkin hubungan pertemanan kamu bisa berubah seiring dengan berjalannya waktu. Namun, kamu bisa fokus untuk menghargai teman yang kamu miliki saat ini agar tidak ada penyesalan yang mungkin terjadi saat hubungan tersebut merenggang atau berubah.

Teman bisa menjadi salah satu support system kamu atau mungkin malah membawa pengaruh negatif terhadap diri kamu. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memilih teman yang baik dan jagalah hubungan pertemanan yang sehat ya, Klobbers. Bagaimana dengan kamu, apakah kamu merasa bahwa semakin dewasa circle pertemanan kamu semakin sedikit? Atau, mungkin malah sebaliknya? Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Good luck, Klobbers!

Sumber 

Berikan Komentar

Your email address will not be published.