Blog post

Keberagaman di Tempat Kerja: Apa Tantangannya?

10/03/2023Dwi

Hi Klobbers!

Salah satu isu sosial yang cukup sering dibahas dalam lingkungan kerja ialah inklusivitas. Menjadi tempat kerja yang inklusif, yaitu membuka kesempatan pada berbagai orang dari latar belakang, kemampuan, dan status sosial, menjadi hal yang cukup penting saat ini. Bukan hanya mengenai perbedaan gender atau ras, namun keberagaman di tempat kerja lebih dari itu. Hal ini mencakup pada bagaimana tempat kerja dapat menerima, mendukung, dan menghormati karyawannya dari berbagai latar belakang usia, bahasa, suku, agama, orientasi seksual, ras, hingga orientasi politiknya.

Menerima keberagaman dalam suatu organisasi memang tidak mudah, namun banyak juga manfaat yang bisa diperoleh organisasi apabila memiliki tenaga kerja yang beragam. Selain dari berbagai manfaat yang diperoleh, ada juga berbagai tantangan yang akan dihadapi. Kemudian, apa saja tantangannya? Yuk, simak informasi berikut ini!

1. Penerimaan dan Menghormati Satu Sama Lain

Salah satu hal utama yang diperlukan untuk mewujudkan kesuksesan di tempat kerja yang inklusif ialah penerimaan dan rasa saling menghormati antara satu sama lainnya. Jika ada salah satu pihak yang merasa sulit untuk menerima rekan kerja dari latar belakang yang berbeda, maka memberikan penghargaan dan menghormati pihak tersebut akan menjadi tantangan. Bahkan, bisa sampai memicu konflik di tempat kerja.

Sebagai contoh, salah satu hal yang mungkin terjadi ialah adanya prasangka dan stereotipe terhadap orang-orang dari kelompok tertentu. Ini dapat menjadi penghalang bagi salah satu pihak sehingga tidak mau bekerja sama atau berkolaborasi dengan rekan kerja lainnya. Atau, orang-orang dari grup minoritas bisa merasa bahwa mereka diperlakukan berbeda atau didiskriminasi dari kelompok mayoritas. Jika demikian, maka rasa kepercayaan karyawan bisa menurun. Lebih lanjut, nantinya hal ini juga dapat memicu pada menurunnya produktivitas. Oleh karena itu, penting sekali agar karyawan dapat menerima perbedaan yang ada antara satu sama lainnya. Dengan demikian, akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman karena saling menghormati, terjalinnya kolaborasi yang baik, serta meningkatkan produktivitas dan kinerja.

2. Hambatan dalam Komunikasi

Tidak dapat dipungkiri, dalam dunia kerja, komunikasi menjadi salah satu hal esensial dalam proses kolaborasi yang efektif. Karyawan yang datang dari berbagai latar belakang berbeda memang akan memberikan manfaat dengan berbagai ide yang kreatif dan meningkatkan inovasi. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya diperlukan komunikasi yang jelas juga.

Jika rekan kerja menggunakan bahasa yang berbeda-beda, maka komunikasi dapat menjadi hambatan. Tidak hanya terbatas pada bahasa, namun juga aksen yang digunakan. Misalnya bahasa Inggris. Ada berbagai aksen bahasa Inggris yang mungkin digunakan, seperti aksen American, British, dan Australian. Nah, perbedaan aksen yang digunakan dalam bahasa Inggris juga berpotensi untuk menimbulkan kesalahpahaman antara satu sama lainnya.

Bahkan, beberapa gesture atau perilaku tertentu mungkin bisa dimaknai secara berbeda oleh orang lain. Oleh karena itu, bekerja di suatu organisasi dengan keberagaman yang tinggi juga memerlukan kepekaan budaya dan kemampuan interpersonal yang baik.

3. Menyediakan Sarana dan Prasarana yang Mendukung Teman Kerja Disabilitas

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan oleh organisasi saat ingin menjadi tempat kerja inklusif ialah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh karyawan disabilitas fisik. Misalnya dengan menyiapkan kursi roda dan ramp.

Kemudian, perlu juga memperhatikan berbagai hal lainnya yang mungkin dibutuhkan oleh pegawai dengan disabilitas fisik dan mental. Misalnya dengan menyediakan ruangan yang tenang agar karyawan yang meningkat rasa kecemasannya bisa beristirahat dan menenangkan diri di ruangan tersebut. Selain itu, dukungan yang tulus diberikan kepada mereka juga menjadi hal penting. Dengan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman serta menghindari tindakan yang bersifat diskriminasi, maka akan mendukung mereka untuk bisa bekerja dan berkolaborasi dengan efektif.

4. Perbedaan Generasi

Saat ini generasi Z sudah banyak bergabung menjadi tenaga kerja dalam berbagai industri organisasi. Selain generasi Z, ada juga generasi X dan milenial yang berada dalam satu organisasi. Perbedaan generasi tersebut juga akan menghasilkan perbedaan karakteristik, seperti gaya bekerja, semangat bekerja, bahkan  hierarki bekerja.

Nah, berbagai perbedaan tersebut juga bisa berpotensi untuk memunculkan konflik. Atau, bisa juga mendorong terbentuknya kelompok kecil berdasarkan rentang usia tertentu. Jika demikian, maka beberapa karyawan bisa merasa terisolasi atau terasing dari rekan kerja lainnya.

Nah, Klobbers, demikian informasi mengenai beberapa tantangan yang mungkin dihadapi oleh organisasi terkait dengan keberagaman di tempat kerja. Berbagai isu tersebut memang tidak akan selesai dalam waktu yang singkat, namun mengetahui berbagai masalah yang mungkin muncul akan menjadi langkah pertama bagi pihak manajemen untuk lebih aware dan mempersiapkan strategi dalam mengatasinya. Selain itu, bisa juga menjadi persiapan bagi kamu apabila tertarik untuk bekerja di perusahaan inklusif. Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Goodluck, Klobbers!

Referensi:

Sumber 

Sumber

Berikan Komentar

Your email address will not be published.