Blog post

Beberapa Tips Menyikapi Atasan yang Otoriter (2)

01/03/2023Dwi

Hi Klobbers!

Mungkin kamu memiliki ekspektasi atau preferensi tertentu mengenai gaya kepemimpinan atasan. Salah satu gaya kepemimpinan yang mungkin dihindari oleh sebagian orang ialah atasan yang otokratis atau otoriter. Terkenal dengan cirinya yang tidak mau memberikan wewenang pada orang lain untuk mengambil keputusan serta tidak terlalu memikirkan perasaan atau emosi orang lain, membuat banyak rekan kerja atau karyawan lain merasa tidak nyaman dengan gaya kepemimpinan mereka.

Apakah mungkin ada Klobbers yang memiliki atasan otoriter sehingga bingung bagaimana cara terbaik menyikapinya? Sebelumnya kita sudah membahas karakteristik serta beberapa tips untuk menyikapi atasan yang otoriter. Nah, sekarang kita akan lanjut membahas beberapa tips lainnya. Yuk, simak informasinya dalam ulasan berikut ini!

3. Fokus dan Bertanggung Jawab pada Pekerjaan Kamu

Atasan yang otoriter akan tahu dengan jelas bagaimana ekspektasi yang mereka miliki terhadap kinerja kamu. Oleh karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan ialah memahami dengan baik mengenai tugas yang kamu miliki agar dapat memberikan hasil terbaik dan sebisa mungkin bebas dari kesalahan. Dengan demikian, tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mengkritik hasil pekerjaan kamu.

Berusahalah untuk menyelesaikan berbagai tugas yang dimiliki dengan baik dan tepat waktu. Biasanya, atasan yang otoriter tidak tertarik untuk mengetahui detail dari tugas yang kamu miliki. Dengan demikian, kamu perlu menilai strategi apa yang paling tepat digunakan untuk menyelesaikan tugas tersebut dan memberikan hasil yang diinginkan oleh atasan.

Pada intinya, kamu harus bertanggung jawab pada performa yang dihasilkan, baik hasilnya bagus ataupun sebaliknya. Jika melakukan kesalahan, jangan membuat berbagai alasan sebagai pembenaran, berbohong, atau bahkan menyalahkan orang lain. Mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan keluhan kamu, cerita sedih, atau membiarkan masalah pribadi kamu memengaruhi pekerjaan. Namun, jika kamu melakukan kesalahan, kemudian bersikap jujur, dan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan yang sama terulang lagi, mereka mungkin akan menghargainya.

4. Bangun Kredibilitas

Ingatlah bahwa kepercayaan merupakan hal esensial bagi atasan yang otoriter. Nah, cara untuk memperoleh kepercayaan tersebut ialah kamu mampu memenuhi target yang diberikan dengan kualitas yang diharapkan.

Jika mereka yakin bahwa kamu mampu memenuhi tanggung jawab yang dimiliki dan tetap mengikuti arahan dari mereka, maka kamu akan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan lebih banyak wewenang atau kontrol atas pekerjaan yang dilakukan sehingga dapat mengerjakannya dengan lebih leluasa, sesuai dengan cara yang lebih kamu sukai.

5. Hindari Perselisihan

Berhadapan dengan atasan yang otoriter memang tidak akan mudah, sangat mungkin untuk menyulut terjadinya berbagai perselisihan. Namun, tipe atasan seperti ini biasanya merasa lebih baik saat dapat mengontrol segalanya dan akan sangat sulit untuk ditentang. Oleh karena itu, meskipun kamu merasa tidak setuju dengan apa yang mereka katakan atau lakukan, sangat penting untuk tetap bisa tenang dan berkonsentrasi pada tugas yang sedang dikerjakan.

Berusahalah untuk tetap bersikap profesional dan saling menghormati. Ingatlah bahwa jika merespon secara impulsif, biasanya akan menghasilkan perilaku tidak dewasa yang mungkin akan kamu sesali nantinya. Berikan waktu sejenak untuk menenangkan diri dan pikirkan baik-baik apa yang akan kamu katakan atau lakukan. Namun, jika kamu merasa bahwa berinteraksi dengan mereka secara terus-menerus menjadi masalah atau memicu terjadinya konflik, sebaiknya kamu berusaha membatasi interaksi dengan mereka.

6. Bersikap Positif

Meskipun terasa sulit atau kamu merasa bahwa mereka tidak pantas mendapatkannya, namun kamu perlu mempertahankan sikap yang positif dan profesional. Hormatilah atasan kamu dan perlakukan mereka dengan baik. Cobalah untuk melihat sisi baik atau positif dari orang tersebut dan teladanilah hal yang baik. Jika mereka memberikan komentar yang positif atau kritik yang membangun untuk diri kamu, maka berusahalah untuk menghargainya.

Ada banyak manfaat dari menerapkan sikap yang positif di dunia kerja, salah satunya ialah dapat memotivasi orang lain untuk mengikuti sikap positif yang kamu tampilkan. Jika rekan kerja di sekitar kamu juga melakukan hal yang sama, maka akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan sehat. Hal ini dapat membantu mengurangi stres saat bekerja serta mendukung kamu agar mampu bekerja dengan lebih baik karena dikelilingi oleh rekan kerja yang suportif.

Nah Klobbers, demikian beberapa tips untuk menyikapi atasan yang otoriter. Mungkin bukan gaya kepemimpinan yang cocok denganmu atau kebanyakan orang dalam suatu organisasi, namun kamu tidak pernah tahu akan bertemu dengan atasan seperti apa dalam dunia kerja. Oleh karena itu, ada baiknya jika kamu mempersiapkan diri untuk menghadapi atasan dengan berbagai gaya kepemimpinan yang mungkin ditemui nantinya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya. Good luck, Klobbers!

Referensi:

Sumber

Sumber

Sumber

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published.