Blog post

Quarter Life Crisis dan Tanda-Tandanya (Part 2)

30/01/2023Dwi

Hi Klobbers!

Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas informasi seputar quarter life crisis dan beberapa tandanya. Nah, dalam artikel ini kita akan lanjut membahas beberapa tanda lainnya saat seseorang mengalami fase quarter life crisis. Yuk, simak ulasan berikut ini!

5. Merasa Terisolasi dan Kesepian

Saat quarter life crisis, biasanya akan didominasi oleh rasa galau dan khawatir tentang masa depan yang belum pasti. Nah, saat kamu merenung dan memikirkan berbagai hal tersebut, dapat memunculkan self-talk yang negatif mengenai diri sendiri. Bisa saja kamu merasa dan meyakini bahwa tidak ada orang yang benar-benar memahami, mendukung, atau bahkan senang bersama kamu.

Terlebih lagi, mungkin juga kamu merasa semakin mudah tersinggung dengan perkataan orang lain atau tingkat kesabaranmu semakin menipis hingga lebih sulit mengelola amarah. Jika demikian, berbagai hal tersebut dapat mendorong kamu untuk menarik diri dan menjauh dari orang lain. Atau, begitu juga sebaliknya, bisa membuat orang lain menarik diri dari kamu. Akibatnya, kamu bisa merasa semakin terasing dan kesepian.

6. Merasa Bahwa Orang Lain Lebih Baik daripada Kamu

Kecemasan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh individu pada fase ini dapat diperparah apabila membandingkan dirinya dengan orang lain. Bertemu dengan teman-teman sebaya dan membicarakan berbagai pencapaian yang telah diraih bisa membuat kamu merasa lebih insecure atau menjadi tidak percaya diri. Bahkan, tidak harus selalu bertemu langsung, media sosial pun bisa menjadi perantaranya.

Kamu akan terus membandingkan diri dengan kehidupan dan pencapaian orang lain yang sepertinya jauh lebih baik daripada diri kamu. Lama-kelamaan, bisa saja kamu akan menjadi lebih banyak berkeluh-kesah atau merasa selalu kekurangan hingga menurunkan motivasi untuk mencapai tujuan. Padahal, perlu diingat bahwa setiap orang pasti punya masalah yang dihadapi atau rasa insecure yang berbeda-beda. Akan tetapi, mungkin mereka memilih untuk tidak memperlihatkannya pada orang lain dan hanya menampilkan sisi terbaiknya saja.

7. Merasa Bahwa Banyak Hal yang Harus Dilakukan dalam Waktu Singkat

Memasuki masa menuju kedewasaan, kamu akan menyadari bahwa ada berbagai hal yang harus dilakukan. Jika sebelumnya kamu mungkin hanya fokus untuk belajar dengan sebaik mungkin, maka akan berbeda di fase ini. Ada berbagai ekspektasi yang ingin dipenuhi, baik dari diri sendiri maupun orang terdekat kamu.

Kamu dituntut untuk mencari pekerjaan, mandiri secara finansial, dan belajar memenuhi segala kebutuhan dengan penghasilan yang dimiliki. Keinginan untuk memiliki hunian pribadi, kendaraan, menikah, dan lain sebagainya, menjadi beberapa contoh goal yang mungkin ingin kamu capai dalam rentang waktu tertentu. Jika saat terdahulu kamu berpikir bahwa berbagai hal tersebut bisa berjalan dengan mulus dan tercapai di usia 20-an atau awal 30-an, maka kamu akan menyadari bahwa ternyata tidak banyak waktu yang dimiliki untuk memenuhi semua target tersebut.

8. Merasa Terjebak dalam Karier yang Tidak Tepat

Apakah ada Klobbers yang sedang berpikir untuk resign atau bahkan mungkin switch career? Jika ya, mengapa?

Ada berbagai alasan yang bisa mendorong individu untuk mengambil keputusan tersebut. Beberapa di antaranya ialah merasa jenuh dengan pekerjaan yang dijalani, work-life balance yang tidak tercapai, atau bahkan merasa terjebak dalam karier yang tidak tepat.

Jika kamu merasa berada dalam pekerjaan yang tidak tepat karena baru menemukan karier impian yang ingin dijalani, sebenarnya wajar saja. Hal ini dikarenakan membutuhkan waktu dan usaha untuk mengeksplorasi berbagai hal hingga dapat menemukan karier yang tepat bagi diri kamu. Tentunya tidak nyaman jika bekerja karena terpaksa atau tidak menikmatinya. Akan tetapi, jika ingin membuat sebuah keputusan besar seperti resign atau switch career, sebaiknya kamu pikirkan baik-baik dan ambil keputusan setelah melalui pertimbangan yang matang, Klobbers.

Nah Klobbers, demikian beberapa tanda lainnya mengenai quarter life crisis. Meskipun terasa tidak menyenangkan karena diliputi berbagai kekhawatiran dan kegalauan mengenai masa depan, namun fase ini merupakan hal yang wajar untuk kamu jalani. Memang, tidak mudah menjadi dewasa. Meninggalkan zona nyaman dan mempersiapkan masa depan dengan segala tuntutan maupun ekspektasi yang dimiliki menjadi tantangan nyata bagi sebagian orang.

Walaupun cemas dan khawatir, namun kamu tidak perlu terlalu takut secara berlebihan. Harap diingat bahwa yang penting ialah kamu berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri agar lebih siap dalam menjalani hidup saat ini dan menghadapi masa mendatang. Semangat ya Klobbers, good luck!

Referensi:

Sumber

 

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published.