Blog post

Cara Tampilkan Soft-Skill dalam Wawancara (pt. 1)

12/01/2023Nadine K

Soft-skill adalah keterampilan yang harus dikuasai pencari kerja untuk berhasil dalam karier apa pun. Di semua industri dan posisi (baik itu tingkat rendah atau senior), keterampilan inilah yang dapat membantu kamu naik pangkat dan mencapai tujuan karier kamu. Keterampilan-keterampilan  ini  juga dikenal sebagai keterampilan inti (core skills) atau keterampilan umum (common skills) karena tidak spesifik untuk satu profesi dan bahkan berlaku untuk kehidupanmu di luar kerja.

Tidak seperti hard-skill, yang khusus untuk masing-masing pekerjaan dan dapat diperoleh melalui kursus (contoh: cara menggunakan excel atau cara melukis), soft-skill lebih sulit untuk dilatih. Orang-orang tumbuh dengan mempelajari soft-skill melalui pengalaman sehari-hari hingga saat mulai bekerja mereka sudah dibekali dengan campuran soft-skill di berbagai tingkat kemahiran. Tetapi, bukan berarti soft-skill ini tidak bisa dilatih. Rekruter seringkali diam-diam mencari soft-skill kandidat mereka saat wawancara. Di bawah ini adalah daftar beberapa soft skill dan cara terbaik untuk menampilkannya kepada rekruter.

1.Kemampuan berkomunikasi (Communication Skills)

Keterampilan yang paling penting, tidak hanya untuk bekerja tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari, adalah komunikasi. Ini, tentu saja, mencakup semua bentuk komunikasi termasuk lisan, tulisan, dan juga non-verbal. Karyawan yang ideal mampu mengkomunikasikan ide dan pertanyaan mereka secara menyeluruh serta memahami instruksi dan isyarat dari tim dan/atau atasan mereka dengan mudah. Miskomunikasi dapat menjadi hal yang merugikan di lingkungan kerja, menyita waktu, tenaga, dan bahkan menghabiskan uang dalam beberapa kasus. Agar tempat kerja berjalan dengan lancar dan agar proyek mencapai penyelesaian, keterampilan komunikasi harus dimiliki.

Cara menunjukkan kepada rekruter keterampilan komunikasi kamu:

  • Bagikan momen di mana kamu menyampaikan ide atau telah berhasil melakukan presentasi
  • Sorot saat kamu telah memecahkan masalah miskomunikasi
  • Bersikaplah jelas dan tepat saat berbicara selama wawancara (jangan lupa latihan sebelumnya)

2. Pemikiran Kreatif & Pemecahan Masalah (Creative Thinking & Problem Solving)

Kamu tidak perlu berada di bidang kreatif atau desain untuk menggunakan pemikiran kreatif dan pemecahan masalah. Faktanya, ini adalah persyaratan untuk banyak pekerjaan di semua industri. Rekruter melihatnya sebagai sifat yang berharga karena ini menunjukkan bahwa kamu mampu menyumbangkan perspektif baru yang berharga bagi organisasi dan memiliki pikiran yang agile. Orang yang tidak memiliki keterampilan ini lebih sulit untuk diajak bekerja sama karena mereka membutuhkan instruksi terus-menerus sedangkan pemikir kreatif dapat menemukan metode dan solusi dengan sendirinya. Mereka juga lebih cenderung untuk mengambil inisiatif dan mengajukan ide-ide mereka ke para atasan.

Cara menunjukkan pemikiran kreatif kamu kepada rekruter:

  • Ceritakan saat kamu berhasil menyampaikan ide baru kepada klien/bos kamu.
  • Cantumkan pencapaian setiap proyek atau tugas yang dilakukan dengan menggunakan ide yang kamu ajukan.
  • Sorot momen di mana kamu menggunakan kreativitas kamu untuk memecahkan masalah di tempat kerja dan semua hasil positifnya.

3. Kolaborasi & Kerja Tim

Tidak ada pekerjaan yang dilakukan murni sendirian. Selalu akan ada orang yang memberi kita tugas tersebut, orang yang perlu kita bisa kerjasama, dan seringkali juga ada tim. Kamu akan memiliki klien yang perlu diladeni dan disenangkan serta rekan kerja untuk berkolaborasi. Menemukan cara terbaik untuk bekerja dengan semua orang yang bersangkutan ini bisa lumayan susah. Meskipun mungkin ini dapat dihadapi dengan mudah bagi sebagian orang, kolaborasi dan kerja tim bisa juga merupakan sebuah effort keras bagi lainnya, tetapi itu tidak berarti bahwa kolaborasi bukan sesuatu yang dapat dipelajari.

Cara menunjukkan kepada rekruter keterampilan kolaborasi kamu:

  • Cantumkan semua waktu kamu bekerja dengan tim atau mitra yang berakhir dengan positif.
  • Sorot peran dan tanggung jawab kamu dalam kolaborasi ini.
  • Berikan penjelasan singkat tentang semua kesulitan yang kamu hadapi dalam kolaborasi dan bagaimana kamu mengatasinya.
  • Bagikan pencapaian kamu dari kolaborasi yang sukses.

Masih banyak lagi soft-skill yang dapat membantu kamu mendapatkan pekerjaan impianmu. Nantikan artikel berikutnya di mana kita akan membahas lebih banyak soft skill serta cara terbaik untuk menunjukkannya kepada rekruter di ajang wawancara.

sumber

Berikan Komentar

Your email address will not be published.