Blog post

Kenali Ciri-Ciri Orang yang Perfeksionis! (Part 1)

11/01/2023Dwi

Hi Klobbers!

Mungkin kamu sering mendengar kata “perfeksionis” atau pujian dengan kata-kata “perfect!” dalam dunia kerja ataupun kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, apakah semua hal harus benar-benar memiliki hasil yang sempurna?

Bagi sebagian orang, hasil yang sempurna menjadi tolak ukur keberhasilan dalam mengerjakan sesuatu. Nah, biasanya inilah yang menjadi ciri atau sifat individu yang disebut sebagai perfeksionis. Kemudian, apa itu perfeksionis? Apa saja ciri-cirinya? Yuk, simak informasinya dalam ulasan berikut ini!

Apa itu Perfeksionis?

Perfeksionis dapat diartikan sebagai dorongan untuk tampil, merasa, dan menjadi sempurna. Sebenarnya, hal ini bisa menjadi dorongan positif bagi individu untuk memberikan usaha yang terbaik dalam mencapai kesuksesan. Akan tetapi, jika berlebihan tentu tidak baik untuk diri kita. Orang yang perfeksionis memiliki standar pribadi yang terlalu tinggi terhadap keberhasillan. Mereka menginginkan kesempurnaan dan tidak menerima adanya celah ketidaksempurnaan.

Sebagai dampaknya, orang yang perfeksionis dapat mengkritik diri sendiri dan orang lain sebagai usaha untuk mengontrol situasi agar mampu mencapai hasil yang diinginkan. Akibatnya, bisa menimbulkan masalah dalam hubungan interpersonal serta berdampak pada kesehatan mental. Hal ini bisa berkontribusi pada tingginya level stres yang dimiliki individu, memicu perasaan cemas, dan juga dikaitkan dengan beberapa hal negatif, seperti gangguan tidur dan gangguan makan.

Bagaimana Ciri-Ciri Orang yang Perfeksionis?

Pemikiran All-or-Nothing

Orang yang perfeksionis akan menetapkan standar yang tinggi dalam kesuksesan mencapai sebuah goal. Kemudian, mereka akan bekerja keras untuk dapat mewujudkannya. Mereka tidak akan menerima hasil yang kurang dari kesempurnaan. Bahkan, jika dikatakan bahwa hasilnya “hampir sempurna”, mereka akan menganggapnya sebagai kegagalan.

Sangat Sering Mengkritik

Terkadang, goal yang dibuat seorang perfeksionis cenderung tidak masuk akal dan standar yang ditetapkan juga tidak realistis untuk dicapai. Bahkan, bukan hanya mengharapkan kesempurnaan dari diri mereka, namun juga memiliki ekspektasi yang tidak realistis dari semua orang. Mereka akan sering menemukan kesalahan dan ketidaksempurnaan selama proses mewujudkannya.

Dengan demikian, mereka akan lebih sering mengkritik dirinya dan orang lain sebagai bagian dari usaha untuk mengontrol situasi atau hasil yang diinginkan. Hal ini dilakukan karena mereka merasa takut bahwa hasilnya akan kurang dari kata “sempurna”.

Hanya Berfokus pada Hasil

Seorang perfeksionis hanya akan melihat goal yang ingin dicapai, bukan hal lainnya. Mereka tidak dapat menikmati perkembangan atau perjuangan dalam menjalani prosesnya karena berfokus pada tercapainya tujuan dan menghindari kegagalan.

Apabila menemui kegagalan, mereka tidak akan mempertimbangkannya sebagai kesempatan untuk belajar. Mereka akan berpikir bahwa hal tersebut merupakan bukti kalau mereka tidak cukup baik dan akan mengkritik dirinya sendiri dengan kritikan yang tajam.

Prokrastinasi

Penelitian menemukan bahwa seorang perfeksionis yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan situasi lingkungannya (maladaptive perfectionism) cenderung lebih sering menunda-nunda atau prokrastinasi. Hal ini dikarenakan oleh rasa takut mereka terhadap kegagalan sehingga akan sangat khawatir jika melakukan sesuatu namun tidak sempurna. Akibatnya, mereka malah tidak melakukan apapun dan dapat memicu perasaan gagal yang lebih besar.

Defensif terhadap Feedback

Hasil yang tidak sempurna menjadi hal yang sangat menakutkan bagi seorang perfeksionis. Oleh karena itu, mereka akan sering merespon secara defensif jika ada yang memberikan feedback yang membangun. Bahkan untuk menghindari penilaian yang diberikan oleh pihak lain, mereka bisa saja mencoba untuk meyakinkan bahwa semuanya “sempurna”, meskipun kenyataanya tidak demikian.

Nah Klobbers, itulah informasi seputar perfeksionis serta beberapa cirinya. Selain beberapa ciri di atas, kita akan membahas beberapa ciri lainnya serta tips untuk mengatasi sifat perfeksionis dalam artikel yang berjudul “Kenali Ciri-Ciri Orang yang Perfeksionis (Part 2)”. Sampai jumpa dalam artikel selanjutnya, Klobbers!

Referensi:

Sumber

Sumber

 

Berikan Komentar

Your email address will not be published.