Blog post

Beberapa Tanda Kamu Perlu Social Media Break

23/10/2022Dwi

Hi Klobbers!

Media sosial nampaknya telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, dari bangun tidur bahkan hingga menjelang tidur lagi. Apakah ada Klobbers yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan scrolling media sosial? Menggunakan media sosial memang memiliki berbagai manfaat, seperti sarana membangun koneksi atau networking, mendapatkan informasi terbaru, hingga menjadi hiburan untuk melepas penat. Namun, menghabiskan waktu terlalu banyak dengan scrolling media sosial tentunya juga berdampak negatif terhadap kamu.

Salah satu dampak negatifnya ialah berefek kepada kesehatan mental kamu, Klobbers. Bagi sebagian orang, media sosial dapat menjadi sarana untuk membandingkan kesuksesan diri sendiri dengan orang lain atau bahkan kebahagiaan kamu dengan orang lain yang diperlihatkan di media sosial. Jika demikian, menggunakan media sosial malah bisa membuat kamu merasa tidak nyaman atau bahkan menjadi overthinking. Lalu, bagaimana sih efek media sosial terhadap kesehatan mental? Serta, apa saja tanda-tanda bahwa perilaku kamu dalam menggunakan media sosial sudah tidak sehat sehingga butuh untuk break sejenak dari media sosial (social media break)? Yuk, simak informasi berikut ini!

Efek Media Sosial terhadap Kesehatan Mental

Melansir dari Healthline, berikut ini merupakan kumpulan hasil dari beberapa penelitian untuk mengetahui efek media sosial terhadap kesehatan mental individu, antara lain:

  • Sebuah penelitian kecil yang dilakukan pada tahun 2018 mendapatkan hasil bahwa ada kaitan langsung antara mengurangi penggunaan media sosial dan adanya perbaikan pada gangguan depresi dan rasa kesepian.
  • Sebuah survei yang dilakukan oleh ExpressVPN pada tahun 2021 menemukan bahwa 86% dari 1.500 orang Amerika yang dijadikan sebagai sampling, melaporkan bahwa media sosial secara langsung memberikan dampak negatif terhadap kebahagiaan dan self-image¬†mereka.
  • Sebuah pilot study yang dilakukan pada 68 mahasiswa di tahun 2021 menemukan bahwa sebagian besar mahasiswa melaporkan berkurangnya kecemasan, perubahan mood yang lebih positif, dan meningkatnya kualitas tidur selama dan segera setelah mereka break dari media sosial.
  • Sebuah survei online yang dilakukan lintas negara pada tahun 2022 di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Norwegia mendapatkan hasil bahwa orang-orang yang menggunakan media sosial untuk hiburan atau mengurangi rasa kesepian selama pandemi mengalami kesehatan mental yang lebih buruk.

Berdasarkan data-data di atas, dapat dilihat bahwa ada hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental individu. Jika ingin memiliki kesehatan mental yang lebih baik, maka sebaiknya kamu mempertimbangkan ulang bagaimana perilaku atau kebiasaan kamu dalam menggunakan media sosial.

Tanda-Tanda Kamu Memerlukan Social Media Break

Sebelum membahas tentang tanda-tanda kamu memerlukan social media break, mungkin ada Klobbers yang bertanya-tanya, sebenarnya berapa lama waktu penggunaan media sosial yang dapat dikatakan sehat? Melansir dari Cleveland Clinic, menurut sebuah penelitian, penggunaan media sosial dalam waktu 30 menit sehari dapat meningkatkan kesehatan mental dan well-being.

Akan tetapi, pada kenyataannya hal ini mungkin sulit dilakukan oleh sebagian orang. Berselancar di dunia maya dan scrolling media sosial mungkin menjadi kegiatan yang menghabiskan sebagian besar waktu kamu dalam sehari. Jika sudah berlebihan, tentunya akan menimbulkan dampak negatif. Namun, bagaimana cara untuk mengetahui bahwa kebiasaan kita dalam menggunakan media sosial sudah tidak sehat? Nah, berikut ini merupakan beberapa tanda untuk mengetahui apakah kamu memerlukan social media break, antara lain sebagai berikut:

  • Kamu tidak bisa berhenti membandingkan. Jika kamu selalu membandingkan kehidupan kamu dengan orang lain sehingga merasa tidak mampu atau tidak puas dengan kehidupan kamu, maka ini menjadi salah satu tanda bahwa kamu memerlukan social media break. Harap diingat bahwa tidak ada orang yang sempurna, Klobbers. Bisa saja seseorang memilih hanya untuk menampilkan kesuksesan atau kebahagiaannya di media sosial, tidak dengan kesulitan maupun kesedihan yang dirasakan.
  • Kamu mulai scrolling media sosial tanpa menyadarinya.
  • Kamu merasa takut jika tidak bisa mengecek media sosial. Jika merasa bahwa pikiran kamu terganggu karena selalu ingin menggunakan media sosial sehingga mengganggu aktivitas lainnya, maka sebaiknya kamu mulai waspada ya, Klobbers.
  • Menyadari bahwa kamu merasa terganggu dengan apapun yang dilihat di media sosial. Apakah ada Klobbers yang merasa tidak nyaman atau bahkan terganggu dengan apapun yang dilihat di media sosial, mulai dari politik hingga gaya hidup atau berbagai hal lainnya? Bisa saja kamu merasa stres karena terlalu lama menghabiskan waktu untuk scrolling atau melakukan doomscrolling.
  • Mengecek media sosial merupakan hal pertama yang kamu lakukan di pagi hari dan hal terakhir yang kamu cek sebelum tidur.
  • Media sosial terasa tidak menyenangkan lagi. Jika kamu merasa sudah tidak menikmati lagi saat menggunakan media sosial, maka bisa menjadi pertanda bahwa sudah waktunya kamu untuk break

Nah Klobbers, itulah beberapa efek media sosial terhadap kesehatan mental serta beberapa tanda untuk mengetahui bahwa kamu memerlukan social media break. Meskipun scrolling media sosial menjadi kegiatan yang menyenangkan dan juga memiliki berbagai manfaat, namun harap diingat bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak baik.

Kamu perlu menyadari bagaimana kebiasaan kamu dalam menggunakan media sosial, apakah masih dalam kondisi yang sehat atau malah sudah mulai mengkhawatirkan. Selain itu, bisa juga dengan menanyakan pendapat dari orang-orang terdekat mengenai perilaku atau kebiasaan kamu terkait penggunaan media sosial.

Jika merasa bahwa lebih banyak hal negatif yang dirasakan, apalagi sampai mengganggu aktivitas lainnya, mungkin sudah saatnya kamu mempertimbangkan untuk break dari media sosial. Apabila sudah sangat mengganggu kehidupan sehari-hari dan terlalu sulit mengatasinya sendiri, kamu bisa mencari bantuan dari tenaga kesehatan profesional, ya. Stay safe and healthy, Klobbers!

Berikan Komentar

Your email address will not be published.