Blog post

Love Languages: Kunci Hubungan yang Lebih Sehat

19/06/2022Dwi

Hi Klobbers!

Pernahkah kamu merasa tidak dicintai oleh pasangan atau orang terdekat? Atau, pernah bertengkar dengan pasangan karena merasa tidak menghargai usaha yang telah diberikan salah satu atau kedua pihak? Mungkin saja, hal ini dikarenakan cara mengomunikasikan bahasa cinta atau love language di antara kamu dan pihak lainnya kurang tepat.

Apa itu love languages?

Love languages merupakan konsep yang diperkenalkan oleh Dr. Gary Chapman, seorang konselor pernikahan ternama asal Amerika. Ia menulis buku The 5 Love Languages dengan premis bahwa orang yang berbeda dengan kepribadian yang berbeda memberi dan menerima cinta dengan cara yang berbeda. Secara sederhana, bahasa cinta atau love languages dapat diartikan sebagai cara bagi individu untuk mengekspresikan dan menerima rasa cinta dari orang lain.

Mengapa penting memahami love languages?

Dalam menjalin hubungan dengan orang-orang terdekat, komunikasi yang jelas menjadi hal yang sangat penting, termasuk cara mengomunikasikan atau mengekspresikan kasih sayang. Salah satu alasan penting memahami love languages ialah dapat mengomunikasikan dengan lebih baik mengenai hal yang kamu butuhkan untuk merasa dicintai dan diapresiasi. Begitu juga sebaliknya, dengan memahami love language orang lain, kamu dapat meningkatkan self-esteem mereka dan memberikan rasa aman serta dukungan yang sehat.

Selain itu, kamu dapat belajar untuk mengidentifikasi akar dari konflik yang terjadi hingga terhubung lebih dalam dengan orang-orang terdekat. Dengan demikian, memahami love languages dapat membantu kita untuk membangun kualitas hubungan yang lebih sehat. Bukan hanya terbatas kepada hubungan romantis, namun love language juga dapat diterapkan pada berbagai jenis hubungan, seperti hubungan pertemanan hingga keluarga.

Yuk, Kenali Lima Tipe Love Languages!

1. Words of Affirmation

Love language ini mengekspresikan kasih sayang melalui kalimat-kalimat yang diucapkan, seperti pujian atau apresiasi. Apabila ini menjadi love language utama individu, mereka akan menikmati ucapan kalimat-kalimat positif, kata-kata penyemangat, atau kalimat lain yang mengekspresikan rasa sayang. Dalam hubungan romantis, contoh kalimat seperti, “Terima kasih sudah membahagiakan aku selama ini” dapat memberikan keyakinan bahwa pasangan kamu benar-benar menyayangi kamu dan mendapatkan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan. Begitu juga dalam hubungan pertemanan dan keluarga, individu dengan love language ini akan merasa dicintai apabila mendapat kalimat-kalimat penyemangat dan apresiasi atas usaha yang telah mereka lakukan.

2. Quality Time

Individu dengan love language ini menginginkan atensi yang tidak terbagi. Mereka merasa dicintai jika kamu ada dan fokus kepada mereka saat kalian bersama. Hal yang penting ialah kualitas waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat, misalnya dengan membuat ­eye contact, active listening, hingga mematikan gadget saat sedang menghabiskan waktu bersama.

3. Physical Touch

Seseorang dengan physical touch sebagai love language utama, akan merasa dicintai melalui afeksi secara fisik. Contohnya seperti menggenggam tangan, sentuhan di bahu mereka, dan pelukan yang tulus akan membuat mereka merasa benar-benar disayangi.

4. Receiving Gifts

Siapa nih Klobbers yang suka memberikan hadiah kepada orang-orang tersayang? Memberikan hadiah merupakan simbolis cinta dan kasih sayang apabila love language utama kamu adalah receiving gifts. Bukan hanya mengenai bendanya, namun juga terkait dengan usaha dan waktu yang diberikan oleh si pemberi hadiah. Orang-orang dengan love language ini bukan mempersoalkan kado yang mahal belaka, namun lebih kepada makna yang ada pada pemberian dari orang-orang terdekat mereka.

5. Acts of Service

Bagi orang-orang yang memiliki love language ini, akan merasa diapresiasi dan dicintai melalui hal-hal yang dilakukan untuk mereka, mulai dari hal kecil hingga hal besar. Misalnya saja membantu urusan membersihkan dan merapikan rumah, diantar dan dijemput saat pergi berjalan-jalan, dan lain-lain. Mereka senang saat orang lain melakukan berbagai hal untuk mereka, dan sebaliknya, mereka juga akan mengerjakan hal-hal tersebut untuk orang-orang terdekatnya.

Nah, demikian penjelasan mengenai lima tipe love languages. Harap diingat ya Klobbers, setiap orang bisa memiliki love language yang berbeda-beda. Oleh karena itu, yuk coba cari tahu apa sih tipe love language kamu serta orang-orang terdekat. Setelah itu, kamu dapat berdiskusi mengenai perbedaan love languages kalian serta bagaimana cara agar kamu dan mereka dapat merasa disayangi. Mungkin tidak mudah untuk memahami love language yang berbeda dari orang-orang terdekat kamu. Namun, dalam menjalin hubungan apapun, tentu membutuhkan usaha dari kedua belah pihak untuk bisa saling merasa dihargai dan diapresiasi. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan kualitas hubungan yang ada, baik dalam hubungan romantis, pertemanan, hingga keluarga, menjadi lebih bahagia dan sehat.

Berikan Komentar

Your email address will not be published.