Blog post

Punya Modal? Lebih Baik Bisnis atau Investasi?

15/04/2022Gregorius Yudhistira

Hi Klobbers!

Banyak orang ingin mendapatkan financial stability dan financial freedom. Memiliki pendapatan pasif merupakan salah satu cara mendapatkannya. Kamu bisa mendapatkan pendapatan pastif baik untuk mencukupi kebutuhan sehari-harimu ataupun menambah penghasilan dan kekayaan yang kamu miliki. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan adalah berinvestasi dan membuka usaha bisnis. Masalahnya, tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk melakukan keduanya. Terutama bagi para kaum muda yang mungkin belum banyak lama bekerja ataupun mendapatkan pendapatan. Lalu bagaimana cara menentukannya? Kali ini kita akan membahas mengenai apa yang harus kamu pertimbangkan saat memilih untuk membuka usaha atau investasi.

Bisnis vs Investasi

Meskipun keduanya membutuhkan modal dan bertujuan mendapatkan keuntungan, ada beberapa perbedaan yang harus kamu ketahui antara investasi dengan usaha. Dasarnya, bisnis merupakan keadaan dimana kamu menggunakan modal untuk suatu usaha yang kamu buat dan rintis sendiri. Sedangkan, investasi merupakan penanaman modal yang kamu miliki kedalam suatu perusahaan, bisnis, atau flow keuangan yang sudah berjalan. Antara bisnis dan investasi pun memiliki bentuk, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing. Kamu juga bisa mempelajari bentuk-bentuk investasi melalui artikel Klob mengenai investasi. Nah, sebelum Klobbers membuat pilihan, inilah beberapa poin pertimbangannya:

Tentukan Tujuanmu

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah menentukan tujuan yang ingin kamu capai. Dalam hal ini, kamu juga harus memikirkan jangka panjangnya. Kamu bisa mempertimbangkan apakah tujuanmu untuk mendapatkan pendapatan pasif saja, atau ingin memiliki sebuah produk atau ide yang bisa dikembangkan juga. Lalu apakah kamu menginginkan pendapatan pasif yang bisa kamu micro-manage, atau bisa kamu tinggalkan. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu bisa terbantu dalam menentukan pilihan.

Pahami Kondisi

Selain menentukan tujuan, kamu juga harus memahami kondisi yang ada. Salah satu kondisi yang bisa kamu pahami adalah kondisi pribadimu sendiri seperti keuangan. Baik bisnis maupun investasi sama-sama membutuhkan modal. Tetapi, kamu bisa menyesuaikannya dengan kondisi keuangan. Misalnya, jika modal kamu tidak banyak, mungkin kamu bisa memilih untuk berinvestasi saja, terutama investasi kecil seperti saham. Kondisi pribadi lain yang bisa kamu pertimbangkan adalah seberapa banyak waktu yang bisa kamu luangkan. Kalau kamu memeiliki banyak waktu, mungkin kamu bisa membuka bisnis karena kamu bisa lebih terlibat. Sedangkan apabila waktumu terbatas, kamu bisa memilih untuk berinvestasi. Kondisi lain yang bisa kamu lihat adalah kondisi eksternal seperti kondisi keuangan masyarakat, nilai inflasi, dan kebutuhan pasar.

Mempelajari Resiko

Selain itu, kamu juga harus memahami resiko yang dalam membuka bisnis maupun berinvestasi. Selain keuntungan dan pendapatan pasif yang kamu dapatkan, kedua hal tersebut tetap memiliki resikonya tersendiri. Resiko membuka bisnis misalnya adalah bisnis kamu ternyata tidak sesuai dengan keinginan pasar, atau adanya competitor, yang kalau tidak kamu manage dengan baik bisa berakibat bisnis yang bangkrut. Resiko dari berinvestasi pun beragam sesuai dengan investasi yang kamu ambil. Contohnya resiko capital loss, inflasi, hingga uang investasimu dibawa kabur.

Itulah beberapa gambaran yang bisa kamu pertimbangkan saat mau memilih antara membuka bisnis atau berinvestasi. Saat kamu memiliki modal, memang ingin rasanya bisa mendapatkan pedapatan pasif yang datang secara optimal. Namun, akan lebih baik kalau kamu memahami bisnis dan investasi terlebih dahulu. Akhir kata, pilihan ada di tangan kamu, dan semoga pilihan yang kamu pilih sesuai dengan tujuan dan potensimu. Nah, kalau kamu juga ingin mencari kerja supaya punya modal, jangan lupa untuk cari kerja yang klob, hanya di Klob ya!

Berikan Komentar

Your email address will not be published.