Blog post

Masih Bingung Menganalisis SWOT? Baca Ini!

01/04/2022Kontributor Blog by Klob

Ditulis oleh: Fida Amatullah
(Klik untuk melihat Profil Klob)

Kamu mungkin sudah akrab dengan analisis SWOT. Analisis SWOT sering ditanyakan dalam wawancara ketika hendak bergabung diorganisasi kampus atau melamar pekerjaan.

Namun, apa kamu masih bingung menganalisis dirimu dengan SWOT?

Yuk baca artikel ini dengan baik!

Apa itu SWOT?

Peneliti di Universitas Stanford merancang metode SWOT sekitar tahun 1960-1970. Awalnya metode ini untuk memfasilitasi dan mengevaluasi target dan dampak keputusan, strategi bisnis atau proyek tertentu.

Penerapan SWOT kemudian berkembang tidak hanya untuk perusahaan. Metode ini juga efektif untuk organisasi publik, non profit, institusi, bahkan menganalisis individu dalam membuat rencana dan keputusan di masa depan.

Elemen dasar SWOT.

Kita harus tahu terlebih dulu apa saja elemen dasar dari SWOT. Elemen dasar SWOT adalah sebagai berikut:
Strenght: Kelebihan

Weakness: Kelemahan

Opportunity: Potensi

Threat: Hambatan

Elemen di atas digunakan untuk mengidentifikasi kelebihan, kekurangan yang kamu miliki berdasarkan latar belakangmu.

Bagaimana cara menganalisis SWOT?

Langkah pertama adalah siapkan pulpen dan kertas!

Kemudian tentukan target yang ingin kamu capai dalam dunia karir.

Salah satu metode untuk menentukan target adalah metode SMART.

Kepanjangan metode smart adalah sebagai berikut:
S (Specific): Target harus konkret dan terdapat batasan yang jelas.
M (Measurable): Target harus terjangkau dalam jangka waktu tertentu.
A (Advanced) : Terbuka dengan masukan dari segala pihak
R(Realistic): Menentukan target yang dapat tercapai dengan sumber daya dan waktu yang ada.
T (Temporal): Mengukur antara target dengan waktu yang tersedia secara matang.

Buat matriks jika sudah menyusun target.

Kamu bisa membuat daftar kelebihan dan potensi  untuk mencapai target pada sumbu horizontal atas. Kemudian kamu membuat daftar kekurangan dan hambatanmu di daerah sumbu horizontal bawah.

Kemudian, buatlah sumbu vertikal atau panah dari kanan ke kiri. Garis sumbu vertikal bisa kamu gunakan untuk mengelompokkan antara faktor internal dengan eksternal.

Mulai Analisis SWOT

Kamu harus menganalisis SWOT berdasarkan situasimu saat ini.

Kamu bisa bertanya kepada dirimu sendiri:

Apa kelebihan dan kelemahanmu?

Bagaiana kamu memanfaatkan kekuatanmu dan mengatasi kelemahanmu?

Sejauh apa faktor eksternal seperti potensi dan hambatan akan mempengaruhi karirmu?

Kamu juga bisa membuat daftar yang menggambarkan tentang kepribadianmu baik dari sisi kelebihan atau kekurangan.

Mengajukan Pertanyaan Tertentu

Kalau kamu masih bingung, cobalah bertanya kepada dirimu sendiri dengan menggunakan pertanyaan – pertanyaan di bawah ini.

Kelebihan:
A. Apa yang membuatmu lebih unggul saat mengerjakan sebuah tugas dengan orang lain?
B. Skill dan pengetahuan apa yang bisa kamu tingkatkan di lingkungan kerjamu?
C. Bidang apa yang kamu bisa kuasai dengan baik?
D. Lingkungan apa yang membuatmu menunjukkan performa terbaik?

Kelemahan:
A. Tugas dan aktivitas apa yang tidak  kamu kamu sukai atau merasa kompetensimu tidak mumpuni ketika mengerjakan tugas tersebut?
B. Bidang atau sektor apa yang harus kamu tingkatkan demi mengimbangi kebutuhan pasar?
C. Skill apa yang kamu butuhkan untuk meningkatkan jenjang karirmu?

D. Kebiasaan apa yang harus kamu ubah agar mencapai hasil yang lebih baik dalam pekerjaan?

Potensi:
A. Bagaimana kamu bisa mengubah kekurangan menjadi kesempatan untuk mengembangkan diri?
B. Bagaimana kesempatan pengembangan di sektor yang kamu inginkan?
C. Skill baru apa yang bisa kamu tingkatkan untuk meraih posisi pimpinan di perusahaanmu?
D. Apa yang bisa kamu tawarkan kepada perusahaan untuk meningkatkan nilai mereka?

Hambatan:
A. Masalah apa yang membuat karirmu tidak berkembang?
B. Tantangan apa yang kira-kira ada diprofesimu dan bagaimana cara menghadapinya?
C. Apakah skill dan kemampuanmu memadai dalam memenuhi tuntutan perusahaan? Jika tidak, strategi apa yang kamu gunakan untuk mengejarnya?

Buatlah Analisis secara Realistis

Kamu harus membuat daftar analisis SWOT dengan jujur dan realistis. Tidak perlu membuat daftar yang melebihkan atau merendahkan diri sendiri.

Selain mengeksplor persepsi pribadi tentang kelebihan dan kelemahanmu. Kamu juga harus menempatkan posisimu sebagai seorang karyawan

Apakah kamu sudah lebih paham cara membuat analisis SWOT? Kalau sudah paham dan menambah pengetahuanmu, jangan lupa like dan share ya, Klobbers! Kamu juga bisa menganalisa SWOTmu dengan memanfaatkan artikel-artikel yang ada di Blog by Klob sebagai informasi tambahan!

Sumber: 

Stefano Callichio, 03 June 2020, Swot Analysis in 4 steps: How to use the SWOT matrix to make a differe and business in career 

Verma, S., & Verma, S. (2007). “SWOT analysis for career planning “. Artha – Journal of Social Sciences, 6(2), 73. https://doi.org/10.12724/ajss.11.8 

Berikan Komentar

Your email address will not be published.