Blog post

Tips Negosiasi Gaji Untuk Pencari Kerja

17/03/2022Nadine K

Hai Klobbers!

Coba kamu bayangkan, setelah melewati berbagai tahap demi tahap wawancara dan beraneka ragam tes, akhirnya kamu berhasil mencapai tahap wawancara akhir. Kamu berhadapan dengan rekruter penuh dengan percaya diri dan siap menjawab semua pertanyaan yang akan dilempar. Akhirnya sampailah pada pertanyaan yang paling ditunggu-tunggu, yaitu negosiasi gaji.

Sebagai fresh graduate atau first jobber, seringkali ini adalah pertanyaan yang paling ditakuti. Pastinya kamu tidak ingin meminta nominal yang berlebihan dan mengakibatkan keguguran proses rekrutmenmu, tetapi kamu juga tidak ingin meminta nominal yang terlalu sedikit sehingga tidak mencukupi keperluanmu. Jadi bagaimana sebaiknya cara mempersiapkan diri untuk situasi ini dan mendapatkan hasil terbaik? Jangan khawatir, kamu dapat menyimak beberapa hal berikut ini.

1. Riset

Langkah pertama untuk negosiasi gaji yang lancar adalah riset. Cari informasi tentang rata-rata gaji karyawan pada levelmu di perusahaan yang kamu lamar, cari juga rata-rata gaji untuk posisi yang sedang dilamar baik di perusahaan yang kamu lamar atau perusahaan lainnya, dan cari tau juga gaji untuk orang-orang dengan tingkat pengalaman yang sama denganmu di sekitar lokasi atau daerahmu. Dengan lebih banyak informasi yang dikumpulkan, kamu dapat mulai membangun gambaran besar tentang bagaimana penghasilan orang-orang yang berada di posisi yang sama denganmu. Ini kemudian dapat menjadi dasar negosiasimu dengan calon employer.

2. Ketahui Nilaimu

Selain riset, kamu juga harus mengetahui nilai dari skills dan pengalamanmu. Ini termasuk pendidikan (baik formal atau melalui informal), pengalaman kerja (termasuk sukarelawan, magang, dan keanggotaan di sebuah organisasi), dan keahlian. Semakin langka keterampilan dan pengalamanmu, semakin sulit untuk menemukan orang lain yang bisa bekerja sesuai dengan kapasitas kerjamu, oleh karena itu, inilah yang membuatmu menonjol di mata rekruter dan dapat memberimu keuntungan saat menegosiasikan gaji. 

3. Pertimbangkan Benefit Lainnya

Saat melamar kerja di sebuah perusahaan, biasanya mereka juga menawarkan serangkaian benefit untuk para karyawannya. Benefit ini mungkin termasuk asuransi kesehatan, transportasi, uang makan siang, program pengembangan diri, dan banyak lainnya. Tidak ada salahnya menanyakan kepada pewawancara apa saja benefit yang ditawarkan perusahaan kepada karyawannya selama kamu menjalani proses rekrutmen. Setelah mengetahui semua manfaat yang ditawarkan perusahaan, kamu sekarang dapat mempertimbangkan hal tersebut dengan gaji yang mereka tawarkan. Kamu juga dapat memutuskan apakah benefit ini sebanding atau mengangkat nilai gaji yang ditawarkan. Apapun penilaianmu, saat bernegosiasi, pertimbangan antara benefit dan gaji ini sangat penting untuk dipikirkan.

4. Tetap Sopan dan Percaya Diri

Selama proses negosiasi gaji, pastikan untuk bersikap ramah, sopan, dan percaya diri. Seringkali, bukan hanya ucapanmu yang mempengaruhi hasil yang kamu inginkan, tetapi juga cara kamu dalam menyampaikannya. Meninggalkan kesan yang baik pada rekruter dapat membuat mereka memiliki pandangan yang lebih baik tentangmu dan lebih menerima negosiasimu. Percaya diri juga penting, dan itulah yang membuat riset sangat penting sebelum negosiasi gaji. Pengetahuan yang luas akan membekali kamu dengan dasar negosiasi yang lebih kuat. 

Negosiasi gaji adalah hak yang kamu miliki sebagai pencari kerja, ini adalah cara untuk memastikan kamu akan mendapatkan kompensasi yang adil untuk tenaga yang diberikan dalam pekerjaanmu. Ini membutuhkan komunikasi yang baik, penelitian menyeluruh, dan kepercayaan diri yang kuat. Ketahui nilaimu dan temukan employer yang dapat menghargaimu. Semoga ini bisa jadi lengkah pertama kamu menuju financial freedom!

Berikan Komentar

Your email address will not be published.